Senin, 30 Juli 2018

Perempuan Mana yang Tidak Ingin Terlihat Cantik?

Entah bisa dikategorikan ujaran kebencian atau enggak. Tadi siang sambil prepare mau berangkat keluar, Cucun, sahabat kandungku yg juragan milagros bilang "zra, kamu itu sudah jadi kating 2 tingkat, belajar o pakai bedak".
Enggak kaget juga, walau statementnya sempat menggelitik pemikiranku sampai akhirnya ditulis tulisan ini. Jadi, gini loh cun.

Perkara belajar pakai make up, barangkali sudah pernah masuk dalam list to do yg ingin kupelajari. Namun masih diurungkan gitu, apasih yang mau aku dapatin dari memakai riasan? Dipuji unch cantiknya? Wanita mana yg tidak suka dipuji cantik? Aku pun sama, masih wanita, jelas suka dipuji. Apalagi kalau ada yg bilang "eh kurusan ya?" Masyallah, serasa ngga pengen makan apa-apa lagi gitu biar awet dibilang kurusannya.


Hehe


Masih tentang merias diri. Terlihat kumus-kumus memang sudah jadi hal riskan untuk semua perempuan yang memilih tidak akrab dengan alat make up. Tapi itu tentang pilihan juga keberanian, ya keberanian untuk tampil apa adanya. Butuh keberanian besar ketika dinilai tidak mampu merawat diri sendiri. Setidaknya diri yg durjana ini tidak masuk kaum konservatif yg menganggap merawat diri melulu tentang "make up".

Nyatanya, bagiku merawat diri adalah bagaimana aku tidak terjerumus pada semua hal yang sedang menjadi trend. Sesederhana itu, atau bagaimana aku berjuang tidak mengantuk ketika membaca buku-buku teoritis untuk sekedar memberi ekstra asupan pengetahuan. Atau ketika aku mengajukan diri untuk tampil di depan umum dan terpaksa menjadi pusat perhatian. Untuk standar orang yg aslinya pendiam kadang pemalu, bagiku proses itu bagian dari merawat diri.

Katakan saja aku masih pribadi yg sama, yg tidak suka keribetan, harus ekstra penuh perhatian memakai gincu dan meratakan semua bedak di muka. Hahaha, maaf itu bukan aku. Kemudian kesimpulannya adalah, pakai atau tidak memakai riasan, itu pilihan. Overall terima kasih cucunque sudah disarankan buat peduli dengan asupan kulit wajahku hehe.

Dan aku masih di sini, ketika teman-teman sepermainan sudah berinteraksi baik dengan alat-alat kecantikan itu, aku masih di sini, seringkali dikira maba grgr gak pakai bedak gincu. Aku masih di sini, dengan semua ketidakpedulianku.

0 komentar:

Posting Komentar