Pendidikan Luar Kelas untuk Mengoptimalkan Perkembangan Anak
Sebagai salah satu usaha untuk mencetak generasi terbaik suatu bangsa adalah dengan cara senantiasa memperbarui sistem pendidikan negaranya. Bisa kita contoh Finlandia, sebagai negara yang dikenal dengan sistem pendidikan terbaik di Dunia. Pentingnya sistem pendidikan perlu digaris bawahi karena bersangkutan erat dengan kualitas segala aspek dalam kehidupan manusia. Dari aspek ekonomi, politik, budaya, komunikasi, dan lain sebagainya sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kualitas pendidikan.
Pentingnya penyediaan sarana belajar yang sesuai dengan perkembangan anak dalam usaha menanggapi Jean Piaget, maka sekolah di luar kelas merupakan salah satu ide brilian dari konsep perencanaan terkait syarat-syarat yang diajukan Jean Piaget tentang perkembangan anak. Kegiatan di luar ruangan merupakan bagian tak terpisahkan dari program pengembangan dan belajar anak. Untuk itu agar lingkungan belajar outdoor bermanfaat dan secara efektif dapat membantu perkembangan dan belajar anak, maka hal tersebut harus menjadi bagian ysng dikelola secara serius oleh pihak sekolah dan guru.
Adapun aspek-aspek yang termasuk ruang lingkup pengelolaan lingkungan belajar outdoor secara umum adalah:
1.Penataan lokasi kegiatan dengan berbagai sarana
2.Penanganan pagar sekolah secara tepat
3.Pengelolaan tanah lapang
4.Perawatan dan penanganan permukaan tanah
5.Pembuatan naungan atau atap agar kegiatan tetap nyaman meskipun terik atau hujan
6.Pengelolaan gudang outdoor untuk penyimpanan bernagai barang dan alat kegiatan
1.Penataan lokasi kegiatan dengan berbagai sarana
2.Penanganan pagar sekolah secara tepat
3.Pengelolaan tanah lapang
4.Perawatan dan penanganan permukaan tanah
5.Pembuatan naungan atau atap agar kegiatan tetap nyaman meskipun terik atau hujan
6.Pengelolaan gudang outdoor untuk penyimpanan bernagai barang dan alat kegiatan
Secara khusus, hall-hal yang menjadi sasaran pengelolaan lingkungan belajar di luar ruangan adalah penempatan berbagai sarana bermain, pengelolaan kebun sekolah sebagai bagian dari tempat belajar anak, pengelolaan sarana untuk kegiatan pertukangan, pengelolaan untuk kegiatan penggunaan kegiatan transportasi, dan pengelolaan sarana untuk kehiatan pengembangan fisik.
Kegiatan di luar ruangan merupakan suatu bagian keseluruhan dari program pendidikan anak usia dini. Anak-anak memelihara kebun, membangun bendungan aliran air, memelihara binatang, dan melakukan permainan. Pada umumnya mereka melakukannya di luar ruangan atau di outdoor space. Selain karena anak menyukai udara bebas dan areanya yang luas, kegiatan di luar juga lebih banyak menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan anak untuk membantu perkembangannya.
Lingkungan belajar di luar kelas seharusnya tidak hanya menjadi tempat bermain bagi anak, melainkan juga sebagai tempat anak mengekspresikan keinginannya. Lingkungan merupakan tempat yang sangat menarik di mana anak-anak dapat tumbuh dan berkembang. Ketika anak-anak bermain di luar, mereka menunjukkan ketertarikan serta rasa ingin tahu yang tinggi. Karena lingkungan di luar kelas selalu penuh kejutan dan terjadi banyak perubahan. Di luar anak-anak dapat mempelajari berbagai hal serta mengoptimalkan semua aspek perkembangannya.
Area di luar ruangan mana pun, bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka dapat berputar-putar di rumput, menghirup udara segar sehabis hujan atau melihat anak-anak burung yang meninggalkan sarangnya dan mulai belajar terbang. Hal seperti ini dapat menjadi pengalaman yang luar biasa bagi anak. Bahkan kegiatan-kegiatan di luar kelas pun dapat dibawa dan dikerjakan anak di hakaman ataupun di kebun sekolah, hal ini akan dirasakan dan dialami secara berbeda oleh anak, sehingga dapat memperkaya pengalamannya. Sebagai contoh, di saat guru bercerita tentang”hari yang berangin”akan terasa berbeda ketika anak hanya mendengarnya melalui kata-kata di ruang kelas, demgan ketika anak mendengar cerita tersebut sambil duduk di bawah pohon dan merasakan semilir angin yang menerpa wajahnya. Lingkungan di luar ruangan memberikan kekayaan tersendiri bagi anak dalam mengenal tekstur, warna, aroma, dan suara-suara, jauh lebih bermakna dibandingkan hanys mengalaminya di dalam ruangan saja. Lingkungan di luar ruangan juga menambah pengalaman untuk menikmati hari yang cerah. Menikmati udara segar yang sangat baik dan menyehatkan bagi anak-anak. Di luar mereka dapat merasakan udara, menikmati, kebebasan ruangan terbuka dan meningkatkan keterampilan penggunaan otot dengan cara-cara yang baru.
Dalam beberapa hal, sekolah di luar ruangan sendiri merupakan alternatif atau selingan dari banyaknya kelas konvensional yang telah ada. Kelas konvensional dalam beberapa pendapat seringkali dirasa menjemukan terutama jika diperuntukkan untuk anak-anak yang pada dasarnya sedang dalam masa aktif secara perkembangan aspek fisiknya.
Dalam beberapa hal, sekolah di luar ruangan sendiri merupakan alternatif atau selingan dari banyaknya kelas konvensional yang telah ada. Kelas konvensional dalam beberapa pendapat seringkali dirasa menjemukan terutama jika diperuntukkan untuk anak-anak yang pada dasarnya sedang dalam masa aktif secara perkembangan aspek fisiknya.
Melalui kegiatan fisik, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan jiwa bersosialnyan, mempelajari peraturan-peraturan, belajar mandiri, mengembangkan rasa percaya dirinya, mengembangkan intelektual dan belajar menyelesaikan permasalahan yang muncul.
Lingkungan terbuka lebih banyak merangsang aktivitas otot. Alam terbuka yang bebas lebih banyak menawarkan kesempatan secara alamiah untuk berlari, melompat dan menggerahkkan seluruh tubuhnya dengan bebax. Peralatan bermain yang tersedia akan mendorong anak untuk memanjat, melatih keseimbangan, melatih koordinasi dan penbembangan kekuatan tubuh bagian atas dan juga bagian bawah.
Manfaat lain dari bermain di luar adalah anak-anak memjadi tahu dan mengenal reaksi tubuh mereka sendiri saat bekerja dalam ruangan dan membandingkannya dengan situasi ketikaa beraktivitas di luar. Mereka merasakan hal yang sangat berbeda. Anak dapat merasakan bagaimana rasanya berada di ketinggian, saat ia berada di atas panjatan, berayun di ayunan, merangkak melalui sebuah terowongan atau berguling di dedaunan. Hal ini sangat baik untuk melatih daya tahan dan keseimbangsn mental mereka.
Manfaat lain dari bermain di luar adalah anak-anak memjadi tahu dan mengenal reaksi tubuh mereka sendiri saat bekerja dalam ruangan dan membandingkannya dengan situasi ketikaa beraktivitas di luar. Mereka merasakan hal yang sangat berbeda. Anak dapat merasakan bagaimana rasanya berada di ketinggian, saat ia berada di atas panjatan, berayun di ayunan, merangkak melalui sebuah terowongan atau berguling di dedaunan. Hal ini sangat baik untuk melatih daya tahan dan keseimbangsn mental mereka.
Adapun manfaat lain diterapkannya pendidikan luar kelas, dapat mengembangkan kesadaran sekaligus pola sikap peserta didik dalam mengapresiasikan pemahamannya mengenai lingkungan alam di sekitar. Seperti, sebagaimana ia harus membuang sampah pada tempatnya dengan kesadaran jika ia membuang sampah sembarangan maka konsekuensi atas sikap buruknya dapat menyebabkan bencana banjir.
Lingkungan di luar ruangan secara alami mendorong interaksi di antara sesama anak ataupun di antara orang dewasa dan anak-anak. Dalam interaksi ini maka keterampilan sosial mereka dapat terkembangkan. Selain itu, banyak peraturan yang ditetapkan di dalam kelas justru diperbolehkan dilakukan anak ketika mereka berada di luar kelas. Seperti bersuara keras dan berteriak juga diizinkan. Beberapa anak yang pendiam ketika berada di dalam ruangan, sangat mungkin akan lebih mudah bergaul ketika berada di luar ruangan. Dengan keadaan yang berubah antara luar dan dalam ruangan, guru-guru akan lebih mampu mengamati anak-anak secara utuh dalam situasi sosial yang berbeda dan dapat memahami mereka lebih jauh.
Sementara itu, dengan bermain di lingkungan terbuka, anak-anak dapat belajar mengenal lingkungan sosial masyarakat terdekatnya. Mereka dapat mengunjungi kantor pemadam kebakaran, kantor pos, museum, panti asuhan ataupun rumah sakit. Dengan cara kunjungan ini dapat mengembangkan sikap empati serta mengenal fungsi dan manfaat lingkungannya. Ia juga dapat mempelajari dan mengenal kondisi sosial-budaya masyarakatnya. Ia dapat melihat, memgamati, mendengarkan pembicaraan orang lain, mengenal etika ketika berhadapan dengan orang lain, bertanya dan mencoba perlengkapan yang ia temui. Ia juga dapat belajar berempati dan ikut merasakan kondisi yang berbeda saat ia mengunjungi tempat tinggal anak-anak berkebutuhan khusus atau panti asuhan.
Melalui lingkungan belajar di luar ruangan, anak-anak dapat belajar mengamati serta menganalisis situasi-situasi di luar ruangan. Mereka dapat mempertanyakan berbagai interaksi dan perubahan alam, sehingga pengetahuan dasar mereka tentang sains dapat berkembang pula.
Perkembangan bahasa anak juga dapat dikembangkan di lingkungan luar ruangan. Kondisi di luar ruangan yang memungkinkan anak untuk melihat dan menyentuh banyak hal, membuat anak-anak secara alamiah ingin membicarakan dan saling mendengarkan penjelasannya. Dengan aktivitas ini, tanpa sengaja perkembangan bahasa anak dapat ditingkatkan.
Manfaat lain yang diperoleh anak melalui lingkungan luar adalah adanya kesempatan terbuka lebar yang membuat anak-anak mengembangkan daya khayal serta kreaktivitasnya. Mereka dapat melakukan permainan drama (role playing) sebagai cara untuk membantu mereka memahami dunia luar. Sebagai contoh; ketika anak-anak bermain sepeda, mereka mungkin sedang berimajinasi di jalan raya dengan mengendarai truk, sepeda motor, ataupun mobil sesuai dengan imajinasi mereka. Masing-masing memiliki peran utama yang dimainkan termasuk anak yang bertugas sebagai polisi yang mengatur lalu lintas. Melalui permainan ini kesempatan-kesempatan untuk merenggangkan badan, bergerak, menyentuh, merasakan, mencium, memahami dan mengalami kondisi kritis riil di lingkungan luar ruangan membantu anak-anak berkembang, baik fisiknya, emosinya atau intelegensinya.
Suasana Psikologis yang Kondusif dalam Pembelajaran di Luar Kelas
Adanya kontrol lingkungan dan penciptaan iklim yang kondusif merupakan persyaratan utama untuk menciptakan linhkungan belajar yang optimal dalam memfasilitasi anak. Fasilitas yang sempurna menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan penciptaan kondisi psikologis yang menunjang.
Adanya kontrol lingkungan dan penciptaan iklim yang kondusif merupakan persyaratan utama untuk menciptakan linhkungan belajar yang optimal dalam memfasilitasi anak. Fasilitas yang sempurna menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan penciptaan kondisi psikologis yang menunjang.
Adapun beberapa hal perlu dipersiapkan dalam menunjang kegiatan belajar anak di luar ruangan di antaranya:
•Memastikan keamanan anak-anak, keamanan termasuk persyaratan penting dalam penyelenggaraan arena permainan outdoor. Kegiatan di luar ruangan selain banyak memfasilitasi perkembangan anak dengan segala variasi dan dinamika aktivitas yang menyenangkan bagi anak, jugs memiliki resiko kecelakaan yang cukup besar jika tidak ditanggulangi dengan baik. Kecelakaan seperti terjatuh, terjepit benda keras, tabrakan, terkena benturan, dan lain sebagainya lebih banyak terjadi di luar daripada di dalam kelas.
•Memberikan kesempatan dan kepercayaan pada anak, untuk mencapai tujuan yang optimal dalam pemberian kesempatan yang terbuka disertai kepercayaan terhadap kemampuan anak merupakan sikap para guru yang sangat diharapkan. Tanpa sikap ini, perlengkapan sehebat apapun yang disediakan di sekolah tidak akan optimal dalam membantu perkembangan anak. Guru harus yakin pada kemampuan anak. Keyakinan dan kepercayaan ini akan membuat sikapnya memberikan keleluasaan dan menempatkan anak sebagai subyek pembelajaran. Dengan sikap ini guru dapat terhindar dari perilaku yang akan memperlakukan anak sebagai objek. Dengan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan, anak akan terbantu untuk percaya pada diri dan kemampuannya, ia tidak akan ragu untuk mencoba dan mewujudkan keinginannya untuk bereksplorasi dan mengembangkan potensinya.
•Pengawasan, sebagai salah satu peran guru dalam lingkungan pembelajaran outdoor. Tugasnya sebagai pengawas merupakan cara terbaik dalam menjamin keamanan anak-anak yang sedang bermain di luar ruangan. Guru dapat mengawasi anak-anak dengan hati-hati, sehingga anak-anak pun tidak merasa terganggu.
•Kenyamanan, untuk menjaga dan menciptakan kenyamanan arena bermain serta mengantisipasi keadaan cuasa dan iklim yang sangat bervariasi, arena outdoor yang nyaman harus didukung dengan pohon yang teduh, atau ditutup oleh tenda sehingga terlindung dari hujan atau panas. Kenyamanan ini penting bagi anak untuk mendapatkan hasil yang optimal serta memghindari gangguan kesehatan. Tanpa kenyamanan, anak akan terhambat saat beraktivitas atau lebih parah lagi mereka bisa jatuh sakit karena kepanasan atau kehujanan. Oleh sebab itu, para guru dan pihak sekolah sebaiknya sangat memerhatikan kenyamanan bagi anak dalam beraktivitas di luar ruangan.
•Memastikan keamanan anak-anak, keamanan termasuk persyaratan penting dalam penyelenggaraan arena permainan outdoor. Kegiatan di luar ruangan selain banyak memfasilitasi perkembangan anak dengan segala variasi dan dinamika aktivitas yang menyenangkan bagi anak, jugs memiliki resiko kecelakaan yang cukup besar jika tidak ditanggulangi dengan baik. Kecelakaan seperti terjatuh, terjepit benda keras, tabrakan, terkena benturan, dan lain sebagainya lebih banyak terjadi di luar daripada di dalam kelas.
•Memberikan kesempatan dan kepercayaan pada anak, untuk mencapai tujuan yang optimal dalam pemberian kesempatan yang terbuka disertai kepercayaan terhadap kemampuan anak merupakan sikap para guru yang sangat diharapkan. Tanpa sikap ini, perlengkapan sehebat apapun yang disediakan di sekolah tidak akan optimal dalam membantu perkembangan anak. Guru harus yakin pada kemampuan anak. Keyakinan dan kepercayaan ini akan membuat sikapnya memberikan keleluasaan dan menempatkan anak sebagai subyek pembelajaran. Dengan sikap ini guru dapat terhindar dari perilaku yang akan memperlakukan anak sebagai objek. Dengan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan, anak akan terbantu untuk percaya pada diri dan kemampuannya, ia tidak akan ragu untuk mencoba dan mewujudkan keinginannya untuk bereksplorasi dan mengembangkan potensinya.
•Pengawasan, sebagai salah satu peran guru dalam lingkungan pembelajaran outdoor. Tugasnya sebagai pengawas merupakan cara terbaik dalam menjamin keamanan anak-anak yang sedang bermain di luar ruangan. Guru dapat mengawasi anak-anak dengan hati-hati, sehingga anak-anak pun tidak merasa terganggu.
•Kenyamanan, untuk menjaga dan menciptakan kenyamanan arena bermain serta mengantisipasi keadaan cuasa dan iklim yang sangat bervariasi, arena outdoor yang nyaman harus didukung dengan pohon yang teduh, atau ditutup oleh tenda sehingga terlindung dari hujan atau panas. Kenyamanan ini penting bagi anak untuk mendapatkan hasil yang optimal serta memghindari gangguan kesehatan. Tanpa kenyamanan, anak akan terhambat saat beraktivitas atau lebih parah lagi mereka bisa jatuh sakit karena kepanasan atau kehujanan. Oleh sebab itu, para guru dan pihak sekolah sebaiknya sangat memerhatikan kenyamanan bagi anak dalam beraktivitas di luar ruangan.


0 komentar:
Posting Komentar