Setelah tiga purnama tanpa kehidupan di blog ini, akhirnya ada juga hehe. Asli sok sibuk, padahal sebenarnya ya nganggur-nganggur aja, masih seperti biasa, drama, tidur, makan, tidur lagi. Juga masih, nggak hobi mandi. Flat life untuk ukuran manusia yang ngakunya menjunjung tinggi ideologi 'agent of change'. Pendusta.
Sekarang bulan september, selain itu ceritanya sekarang aku sudah semester 3, yeay. Pas nulis ini, kuliahnya sudah masuk 3 minggu. Ini aja nulisnya habis ngerjakan tugas mata kuliah bahasa indonesia. Sok iye banget pamer habis nugas.
Seminggu sebelum masuk kuliah, aku ngajak Ana nginep di Kediri. Kita pake sepeda motornya Ana dari Surabaya-Kediri. Aku yang bonceng, biasa kalau bagi Ana, karena dia tiap mudik lebaran selalu pulang ke Kediri pp juga naik motor sama ibunya. Tapi bagiku, itu pengalaman pertama kali. Bisa dibilang juga pengalaman pertama boncengin pake motor dengan jarak jauh, dan tanpa punya SIM. Surat Izin Menikah. Bukan.
Sekitar 4 hari di kontrakan, berdua cuma nganggur juga, drama, ngabisin kuota, gibah, sepak-sepakan. Freak pokoknya. Sampai Ana di suatu sore yang cerah, mengeluh "gabut" dengan gayanya yang sok melas. Sebagai tuan rumah yang resmi mengundangnya untuk main di sini, kasian juga liatin tamu yang harus mencicipi hidup tak berguna ala aku. Tanpa menunggu sidang isbat ataupun terihatnya hilal, besoknya kita langsung tanpa planning yang matang, pergi piknik tipis-tipis ke Tulungagung. Tepatnya ke Pantai Sine. 3 jam perjalanan, berangkat jam 7 sampai TKP jam 9. Tanpa tersesat berkat bantuan google maps. Thanks a lot for g-maps yang memudahkan kehidupan berkelana generasi millenials. Walaupun sempat kehabisan sinyal di kawasan pegunungan dekat pantainya.
Bingung karena nggak tau pasti letak tepatnya pantai sine, akhirnya kita belok ke Pantai Cemoro Sewu. Di bibir pantai memang ada rimbunan pohon cemara. Itu kenapa namanya cemoro sewu. Seribu cemara. Waktu itu kebetulan kita perginya hari biasa, senin. Biaya masuk cuma bayar buat parkir motor 5k. Jadi kita berdua itu pengunjung pertama, dan sepi banget. Serasa pantai selebar itu milik berdua. Sayang, mungkin karena bekas weekend, ada banyak sampah di pinggiran pantai. But, not bad. Aroma air laut benar-benar merefresh pikiran, dan itu menyenangkan.
Ana in frame, photographer-nya Azra
Jam setengah 11, kita langsung pamit pulang. Ana ngajak main ke wisata lain di Tulungagung sebenarnya. Tapi dia nggak tau dimana. Ya sudah, akhirnya beneran pulang. Sampe Kediri lagi jam 1. Begitu ceritanya satu minggu bersama Ana, nggak seru-seru amat. Tapi terima kasih, karenamu aku tau rasanya main di pantai selatan.


0 komentar:
Posting Komentar